INILAH.COM, Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) gencar melakukan pendekatan-pendekatan dengan semua elemen masyarakat. Kali ini beberapa pengusaha nasional difasilitasi untuk berperan di dunia enterpreneur maupun dunia politik tanah air.
"Kami sudah bertemu dengan semua elemen masyarakat. Saat ini dengan kalangan pengusaha nasional," kata Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir dalam Silaturahmi Forum Bisnis Sejahtera Anggotaku (FBSA) dengan pengusaha Nasional di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (6/8) malam.
Dalam pertemuan yang diadakan di restoran Shang Palace Hotel Shangri-La ini dihadiri Ketua Hipmi Erwin Aksa Mahmud, Vice President PT Indofood Franciscus Welirang, Kosmian Pudjiadi Presdir Marbella Group, Rudy Margono dan beberapa pengusaha lainnya.
"Pertemuan ini mendapatkan masukan-masukan para pengusaha-pengusaha yang akan mempersiapkan PAN menjadi partai besar untuk membangun bangsa ini," tambah pria yang akrab dipanggil SB ini.
Menurut SB, pertemuan ini dimaksudkan untuk menjelaskan visi dan misi baik PAN maupun pribadi kepada para pengusaha dalam membangun bangsa ini, khususnya di bidang real estate dan infrastuktur yang banyak melakukan pembangunan suatu bangsa.
Beberapa masukan yang diusung pengusaha tersebut adalah tentang kepemilikan tanah untuk tempat tinggal seperti negara tetangga yang bisa menjadi hak milik atau gedung milik asing itu tidak apa-apa karena tidak bisa dibawa pergi.
"Berbeda kalau justru aset aset alam seperti gas, minyak, batubara, itu betul betul jangan terlalu dibuka tapi aset properti real estate, gedung perumahan, nggak apa-apa dimiliki karena kalau pergi, barangnya ditinggal pergi," ujarnya
Masukan pengusaha juga lainnya, lanjut SB, tentang masalah tingginya harga minyak di Indonesia, padahal Indonesia adalah produsen minyak. Menurut pengusaha ada salah manajemen, masalah kontrak kerja.
"Para pengusaha mengusulkan bukan nasionalisasi tapi new deal/ proses revitalisasi melalui perjanjian-perjanjian baru yang tidak merugikan bangsa dan rakyat. Sutrisno membantah bahwa pertemuan dengan para pengusaha nasional ini sebagai langkah penggalangan modal menuju pemilu 2009 (fund rising). Sebab pertemuan murni untuk silaturahmi menjelaskan visi misi PAN.
"Tidak ada penggalangan dana dari pengusaha nasional ini. PAN sudah mempunyai FBSA yang terdiri dari para pengusaha PAN. Tapi bisa saja jika para pengusaha ini masuk ke PAN tentunya merekalah yang berkontribusi sebagai pengusaha PAN," ujarnya
SB menambahkan, FBSA yang sudah terbentuk di 33 koordinator wilayah dan puluhan korda merupakan forum pengusaha dengan anggota dari multi parpol. PAN yang mempelopori dan memfasilitasi.
Pada intinya mempersiapkan diri kalau kader yang akan menjadi pemimpin nasional itu sudah ada solusi-solusi menyelesaikan persoalan bangsa ini. "Ke depan apapun yang akan memeimpin bangsa imi di legislatif itu menjadi satu buku biru (blue book) dalam perjalanan memperbaiki bangsa ini," paparnya.
Sementara itu, Sekretaris PAN Zulkifli hasan menambahkan, silaturahmi ini diharapkan ada kerjasama pengusaha daerah dengan pengusaha nasional bisa bertemu. Menurutnya, politik ini bukan hanya DPR, tidak hanya eksekutif, tetapi yang kurang dari negara ini adalah enterpreneur, pengusaha.
"Ini salah satu fungsi dari parpol, bukan semata-mata mengurusi DPR saja, tapi juga bagaimana ekonomi kerakyatan, kebangsaan, enterpreneur, pengusaha kecil bisa berkembang, saling menguntungkan, sederajat dan seimbang," ujarnya
Kamis, 07 Agustus 2008
PAN Merapat ke Pengusaha
Label: Partai Politik, Pemilihan Presiden 2009, Pemilihan Umum, Pemilu 2009
Diposting oleh nyoblosyuk di 15.43
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar