Selasa, 05 Agustus 2008

Sejumlah Bendera Partai Politik Berkibar di Atas Puing-puing...

Ada kibaran sejumlah bendera partai politik di tengah-tengah bekas permukiman di RT 007 RW 01, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, yang terbakar Jumat (1/8) lalu. Apa maksud partai politik itu? Apakah mereka sedang mengajak orang yang kesusahan untuk berpikir dan mengenal partai politik atau ada misi kemanusiaan di balik bendera partai itu?

Bendera partai politik yang berkibar di lahan milik orang lain, bukan milik korban kebakaran, antara lain adalah bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Patriot, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Indonesia Sejahtera.

Ada bendera yang berukuran kecil, ada pula yang panjangnya mencapai sekitar 2 meter. Bahkan, terlihat juga bendera yang bergambar ketua umum partainya.

Kebanyakan partai yang benderanya dipasang membuka posko bantuan. Hal ini terlihat di posko PKS, Partai Hanura, dan dapur umum PDI-P.

Di ketiga tempat itu, kader partai sibuk menghimpun bantuan dan menyalurkannya kepada para korban. Secara bergiliran, kader partai bertugas di posko. Ada yang bertugas pagi, siang, dan malam. Akan tetapi, ada juga partai yang hanya memasang bendera tapi tidak membuka posko, misalnya Partai Indonesia Sejahtera.

Ketua RT 007 RW 01 Kamal Muara Baharuddin mengatakan, ”Semua partai yang memasang bendera ada poskonya, kecuali Partai Indonesia Sejahtera.”

Sebagian besar posko partai politik mulai berdiri sehari setelah musibah kebakaran terjadi. Melalui tempat inilah pengurus, kader partai, dan simpatisan menyalurkan bantuan. Dapur umum ini juga menerima bantuan dari donatur untuk disalurkan kepada para korban kebakaran.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Penjaringan Lasdi mengatakan, PDI-P membuka dapur umum semata-mata untuk membantu para korban bencana. ”Masak di wilayah sendiri ada musibah kami tidak membantu. Ini tanggung jawab moral kami sebagai partai politik. Jadi tidak semata-mata kampanye,” kata Lasdi.

Di posko Partai Hanura, Ketua Pengurus Ranting Partai Hanura Kamal Muara Kaharudinsyah menyatakan, sebagai partai baru Hanura harus memperkenalkan diri kepada masyarakat. Salah satunya dengan membantu korban musibah kebakaran di Kamal Muara.

Kaharudinsyah mengatakan, ”Tujuan kami membuka posko untuk membantu korban kebakaran, sekaligus mengenalkan partai kepada masyarakat. Siapa tahu nanti masyarakat mencoblos Hanura.”

Selama ini, kata dia, bantuan yang disalurkan melalui posko Hanura adalah bantuan yang berasal dari internal partai. Termasuk di dalamnya anggota partai yang mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.

Ketua Pengurus Ranting PKS Kamal Muara Abdul Malikul Mulki menuturkan, keberadaan PKS di lokasi musibah adalah atas nama kemanusiaan. Partai hanya sebagai wadah.

”Kami membantu tidak hanya menjelang pemilu saja. Saat memberikan bantuan pun tidak ada target politik tertentu. Memang diakui kami ingin menang dalam pemilu. Namun, dalam kondisi musibah seperti ini masalah politik dikesampingkan dulu,” kata pria yang biasa dipanggil Malik itu.

Korban kebakaran sendiri menghadapi banyaknya posko dari partai dengan santai. ”Kalau di posko Hanura enggak kebagian makanan, ya, saya minta ke posko PDI-P. Kalau di situ kehabisan juga, ya, cari ke posko lain,” kata Tarsila (53), warga korban kebakaran.

Sumber: cetak.kompas.com

0 komentar: